Resiko Operasi Sesar Bagi Ibu dan Bayi

    BeritaKapan - Resiko Operasi Sesar .perlu anda tahu resiko operasi sesar pada ibu dan bayi dimana operasi dengan cara mengeluarkan bayi melalui dinding perut melalui bedah.Melakukan operasi sesar karena terdapat masalah lain sehingga jalannya melakukan hal tersebut.Operasi caesar yang dilaksanakan sekitar 30 menit-2 jam an.Alasan lain dari meetdoctor operasi sesar mempunyai kemudahan untuk melahirkan bayi, tetapi mempunyai resiko yang buruk terhadap ibu maupun bayi yang di lahirkan.


(C) pixabay

Resiko Operasi Sesar Bagi Ibu


   Jika Operasi caesar yang gagal dapat mengakibatkan berisiko kematian bagi ibu.Setelah itu masa pemulihan yang lebih lama dapat memakan waktu bisa sampai 6 minggu atau lebih. Resiko operasi terjadi infeksi pasca pembedahan yang berkisar antara 2-15%. Infeksi terutama pada saluran kencing dan lebih sering terjadi pada ibu yang kegemukan badan.Frekuensi peredarahan yang lebih tinggi. Mengalami masalah pada plasenta, ruptur kandungan dan pertumbuhan janin di luar rahim (ectopic) pada kehamilan berikutnya. Penundaan pemberian ASI dan jalinan hubungan emosi ibu-anak karena adanya luka operasi dan pengaruh obat bius. Bayi yang hasil operasi caesar biasanya langsung ditempatkan di ruang observasi untuk mengetahui perkembangannya.

Resiko Operasi Sesar Bagi Bayi


   Melakukan operasi sesar bayi juga memiliki resiko kondisinya serta ibunya juga yang meliputi kematian bayi, risiko gangguan pernafasan bayi, risiko gangguan otak bayi dan risiko trauma bayi menjadi 3,5 kali lebih besar dibandingkan persalinan normal.

Resiko Persalinan Normal Bagi Ibu dan Bayi


    Adapun alasan lain jika ibu melahirkan secara normal jauh lebih sakit dibandingkan melahirkan caesar juga tidak sepenuhnya benar. Persalinan dengan bedah caesar memiliki angka kesakitan sekitar 27,3 persen lebih tinggi dibandingkan persalinan normal. Peningkatan risiko akibat persalinan caesar adalah:
  • Kemungkinan 5 kali lebih besar untuk mengalami henti jantung.
  • Kemungkinan 3 kali lebih besar untuk dilakukan pengangkatan rahim atau histerektomi karena terjadi pendarahan sebagai komplikasi persalinan caesar.
  • Kemungkinan 3 kali lebih besar untuk mengalami infeksi masa nifas. 
  • Kemungkinan 2 kali lebih besar untuk mengalami sumbatan pembuluh darah.

  Menurut Prof. Patricia Lynne Conway, Adjunct Associate Professor, School of Biotechnology and Biomolecular Science di The University of New South Wales mengatakan bahwa hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya perbedaan komposisi mikrobiota saluran cerna pada bayi yang dilahirkan secara operasi sesar dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan normal.Padahal mikrobiota memiliki peranan penting dalam pematangan sistem daya tahan tubuh bayi, khususnya dalam membentuk toleransi oral (mulut) dan mengurangi risiko alergi.Ini bisa memengaruhi daya tahan tubuh bayi karena meski sistem imunitas usus telah matang pada bayi yang lahir cukup bulan, namun fungsi perlindungan ususnya memerlukan rangsangan kolonisasi bakteri pada awal kehidupan bayi.



    Bayi lahir dengan operasi sesar membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan bayi yang lahir normal. “Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi-bayi yang lahir caesar memiliki waktu pembentukan mikrobiota saluran cerna yang tertunda serta memiliki risiko lebih tinggi akan berbagai jenis penyakit,” ujar Prof. Conway.



 Itulah beberapa ulasan meliputi Persalinan Bayi Normal dan Resiko Operasi Sesar Bagi Ibu dan Bayi.Bayi yang dilahirkan dengan operasi sesar akan mengalami gangguan pernafasan (neonatal respiratory distress). Risiko mengidap asma juga lebih besar pada bayi hasil caesar. Risiko bayi terkena pisau bedah. Risiko kelahiran prematur.Seringkali, sulit untuk menghitung umur bayi yang sebenarnya. Bila bayi ternyata masih berumur di bawah 36 bulan maka akan ada risiko karena kelahiran prematur, seperti masalah pernafasan, suhu tubuh dan pencernaan.

Jangan Lupa Like dan Share Semoga Bermanfaat