Mengapa Tidak Semua Perokok Dapat Terkena Kanker Paru?

BeritaKapan - Mengapa Tidak Semua Perokok Dapat Terkena Kanker Paru? Apakah anda pernah merokok? Kalau ya, tentunya setiap perokok sebenarnya menyadari bahwa kebiasaannya itu bisa membuat mereka beresiko terkena sakit paru, jantung, atau kanker. Namun, memang ada perokok yang dapat terhindar dari jenis penyakit yang kronik tersebut. Menurut dr.Elisna Syahruddin Ph.D, SpP(K), memang tidak 100 persen perokok dapat terkena kanker. Hal ini dikarenakan perjalanan penyakit kanker panjang atau disebut menahun sehingga masih ada fase yang bisa dikembalikan menjadi normal.

Mengapa Tidak Semua Perokok Dapat Terkena Kanker Paru?
Tubuh kita mempunyai kemampuan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan tertentu, termasuk merespon perubahan sel normal yang menjadi abnormal karena kebiasaan anda merokok. Menurut ahli penyakit paru kemampuan itu tidak sama pada tiap orang. Elisna menjelaskan, bahwa fase terjadinya kanker dibagi menjadi tiga tahap, yakni fase inisiasi atau perubahan sel normal menjadi tidak normal, fase promosi atau sel-sel sudah menjadi abnormal, serta fase kanker. 

Fase inisiasi dan fase promosi disebut juga dengan pra-kanker. Pada periode itu sebenarnya kondisi sel-sel bisa dikembalikan menjadi normal sehingga tidak berkembang menjadi kanker. Pada fase pra-kanker tersebut biasanya belum muncul gejala apa pun sehingga orang tidak merasakan keluhan. Kemampuan tubuh untuk membunuh sel-sel abnormal itu sangat dipengaruhi oleh nutrisi, daya tahan tubuh, serta co-faktor lain.

Kalau kemampuan selnya bagus, maka selamatlah orang itu dari kanker, menurut elisna. Orang yang tiba-tiba berhenti merokok di fase pra-kanker ini juga sangat membantu meningkatkan kemampuan tubuh. Apabila fase pra-kanker itu tidak bisa kita lalui, maka hal tersebut akan membentuk karsinoma atau sel kanker. 

Kanker juga bisa berkembang sangat lambat, bahkan sampai bertahun-tahun. Pada setiap orang berbeda-beda, ada yang cepat dan juga lambatSebenarnya, kebanyakan kanker paru ditemukan pada orang yang berusia 40-an dan itu kemungkinan karena kebiasaan merokok yang sudah dimulai sejak usia remaja.

Jangan Lupa Like dan Share Semoga Bermanfaat