Harga CPO atau Sawit Menguat Di Topang Data Ekspor dan B50 Indonesia

BeritaKapan - Harga minyak sawit mentah (CPO) naik pada perdagangan Senin (29/6/2026) untuk hari kedua berturut-turut, didukung data survei kargo yang menunjukkan ekspor kuat serta kebijakan pencampuran biodiesel wajib di Indonesia.


Ilustrasi Sawit atau CPO/Beritakapan.com/Magnific


Dilansir dari IDXChannel, Kontrak CPO acuan untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives 0,35 persen menjadi 4.584 ringgit per ton pada 15.28 WIB.

“Pasar didukung oleh ekspor yang kuat pada Juni dan semakin diperkuat oleh kebijakan pencampuran minimum wajib Indonesia melalui mandat B50,” kata Direktur pialang Pelindung Bestari, Paramalingam Supramaniam, dikutip Reuters.

Indonesia dijadwalkan meluncurkan program biodiesel B50, yakni pencampuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar konvensional, pada 1 Juli.

Kebijakan mandatori B50 di Indonesia yang mewajibkan campuran 50% biodiesel berbahan sawit resmi berlaku. Hal ini memicu optimisme pasar bahwa konsumsi domestik akan melonjak secara drastis.

Survei kargo menunjukkan volume ekspor produk minyak sawit Malaysia periode 1-25 Juni mengalami peningkatan antara 10,6% hingga 11,1% dibandingkan bulan sebelumnya.

Pergerakan harga CPO turut terangkat oleh tren kenaikan harga minyak nabati pesaingnya, seperti minyak kedelai di Bursa Dalian dan Chicago Board of Trade (CBOT). Selain itu, harga minyak mentah dunia yang bertahan di level tinggi turut memperkuat daya tarik CPO sebagai bahan baku energi alternatif.

Berita Kapan ID
Berita Kapan ID PT. Berita Kapan Digital

Posting Komentar untuk "Harga CPO atau Sawit Menguat Di Topang Data Ekspor dan B50 Indonesia"

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Advertisement