Beritakapan - Akibat meninggalnya tiga penumpang MV Hondius akibat Hantavirus, masyarakat dunia waswas karena salah satu variannya, Andes virus diketahui bisa menular antarmanusia dalam kondisi tertentu. Hantavirus adalah kelompok virus dari keluarga Hantaviridae yang ditularkan terutama oleh hewan pengerat (seperti tikus). Infeksi virus ini tergolong penyakit zoonosis (menular dari hewan ke manusia) dan dapat berkembang menjadi kondisi berat yang mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.
![]() |
| Ilustrasi Virus/Beritakapan.com/Magnific |
Hantavirus merupakan kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang umumnya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan celurut. Virus ini tergolong penyakit zoonosis atau yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Sebelum Hantavirus ramai dibicarakan akibat mewabah di kapal pesiar mewah yang berlayar di Eropa, Indonesia ternyata juga sudah mencatat kasus Hantavirus dalam beberapa waktu terakhir. Kementerian Kesehatan mengungkap ada 23 kasus hantavirus tersebar di sembilan provinsi.
Dilansir dari Fajar.co.id, Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Pemerintah memberi ketepatan dan kecepatan informasi mengenai Hantavirus yang belakangan tengah menjadi perhatian. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur kesehatan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus.
“Pemerintah harus hadir lebih cepat dalam dalam memberikan kepastian informasi dan perlindungan masyarakat dalam menghadapi ancaman Hantavirus. Termasuk ketepatan informasi agar masyarakat tenang dan tidak panik dengan munculnya kasus virus ini,” kata Puan di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Cara Penularan Hantavirus
Hantavirus umumnya tidak menular antarmanusia (kecuali pada kasus strain langka seperti strain Andes).
Inhalasi (Menghirup Debu):
Menghirup partikel udara yang terkontaminasi oleh kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi (misalnya saat membersihkan gudang kotor). Kontak Langsung:
Menyentuh kotoran/urine tikus lalu menyentuh area mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Makanan/Drink Terkontaminasi:
Mengonsumsi makanan yang tercemar kotoran atau air liur tikus. Gigitan Tikus:
Gigitan atau cakaran langsung dari tikus terinfeksi (meski kasus ini lebih jarang).
2 Bentuk Penyakit Utama
Infeksi Hantavirus dapat menyerang organ yang berbeda tergantung pada strain virusnya:
Sindrom ini menyerang paru-paru dan pembuluh darah.
Gejala Awal (Masa Inkubasi 1–8 Pekan):
Demam, nyeri otot hebat (paha, punggung, bahu), sakit kepala, mual, muntah, dan lemas. Fase Kritis:
Batuk parah, dada terasa tertekan, dan sesak napas berat akibat penumpukan cairan di paru-paru (edema paru).
2. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
Sindrom ini menyerang ginjal dan pembuluh darah.
Gejala Awal:
Demam mendadak, sakit kepala parah, nyeri punggung/pinggang, kemerahan pada wajah, dan ruam kulit. Fase Kritis:
Tekanan darah turun drastis (hipotensi), perdarahan internal, kebocoran plasma, hingga gagal ginjal akut.
(Di Indonesia, strain yang paling sering dijumpai berkaitan dengan Seoul Virus (SEOV) yang ditularkan lewat tikus rumah).
Karena belum ada vaksin khusus untuk Hantavirus, tindakan pencegahan berfokus pada pengendalian populasi tikus dan menjaga kebersihan lingkungan:
Tutup Akses Tikus:
Menutup semua celah atau lubang di dinding/pintu tempat tikus dapat masuk. Simpan Makanan dengan Rapat:
Gunakan wadah berbahan keras (plastik tebal, kaca, atau logam) agar tidak dapat digigit tikus. Metode Membersihkan yang Aman:
Saat membersihkan gudang atau area yang diduga ada kotoran tikus, jangan menyapu kering agar kotorannya tidak beterbangan di udara. Basahi dulu area tersebut dengan cairan disinfektan/pemutih, gunakan masker serta sarung tangan, lalu lap hingga bersih.
Meski telah tercatat tiga kematian sejak tiga tahun terakhir, jenis Hantavirus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan yang memicu wabah di kapal pesiar MV Hondius. Puan pun memandang kemunculan kasus Hantavirus di Indonesia perlu ditangani dengan pendekatan yang tenang, terbuka, dan berbasis perlindungan masyarakat.

Posting Komentar untuk "Kenali Hantavirus Lebih Ganas Dari Covid-19"